Mengetahui Perkembangan Teh di Indonesia? Why Not!

Pembahasan kita sekarang yakni Mengetahui Perkembangan Teh di Indonesia? Why Not!. Teh sudah sudah diketahui semenjak lama sebagai minuman dengan seribu khasiat yang menakjubkan. Seiring dengan perkembangan penelitian modern, teh rupanya bisa menyembuhkan bermacam penyakit dan sebagai pencegah penyakit. Kini teh telah berkembang cepat menjadi minuman dengan bermacam-macam rasa modifikasi untuk menyesuaikan selera konsumen. Kemasannya didesain menarik sehingga mendongkrak gengsi minuman teh menjadi seperti minuman kesehatan lainnya.

Mengetahui Perkembangan Teh di Indonesia? Why Not!

Teh adalah minuman kesehatan yang telah diketahui sejak sekitar 5.000 tahun yang lalu di negeri Cina. Pada mulanya tertulis dalam suatu riwayat, teh disajikan oleh seorang Kaisar Cina bernama Sheng Nung. Ketika itu, ke dalam cawan air panas sang Kaisar yang sedang bersantai di kebun istana jatuh juga sebagian pucuk daun teh. Selanjutnya, Kaisar menyadari adanya perbedaan rasa pada air hal yang demikian. Dia berani menganjurkan bahwa teh memiliki faktor menyembuhkan bermacam penyakit, seperti ginjal, demam, infeksi, dan tumor di kepala.

Mengetahui Perkembangan Teh di Indonesia? Why Not!

Riset modern akibatnya menandakan khasiat teh yang bisa memberikan kekuatan kekebalan tubuh untuk melawan berjenis-jenis penyakit serta memperpanjang usia. Mengingat khasiat dan potensi teh yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan sebagai sumber gizi karenanya teh digolongkan sebagai makanan fungsional (functional food).

Tanaman teh (Camellia sinensis L.) diduga berasal dari Asia Tenggara. Pada tahun 2.737 SM, teh hijau telah dikenal di Cina. Malah, semenjak abad ke-4 M teh telah dimanfaatkan sebagai salah satu komponen ramuan obat. Teh diperkenalkan pertama kali oleh pedagang Belanda sebagai komoditas perdagangan di Eropa pada tahun 1.610 M dan menjadi minuman populer di Inggris semenjak 1.664 M. Kini teh telah ditanam di lebih dari 30 negara di dunia. Dari 3.000 ragam teh yang ada, pada prinsipnya teh berasal dari satu variasi tanaman dengan hasil perkawinan silang.

Mengetahui Perkembangan Teh di Indonesia? Why Not!

Tanaman teh bisa tumbuh mulai dari tempat pantai sampai pegunungan. Di pegunungan Assam (India), teh ditanam pada ketinggian lebih dari 2.000 m dpl (di atas permukaan laut). Melainkan, perkebunan teh lazimnya dikembangkan di daerah pegunungan yang beriklim teduh. Padahal dapat tumbuh subur di dataran rendah, tanaman teh hijau tidak akan memberikan hasil dengan mutu baik, semakin tinggi tempat penanaman teh semakin tinggi mutunya. Tanaman teh memerlukan kelembapan tinggi dengan suhu 13-29,5o C.

Tanaman teh berakar tunggang dengan banyak cabang setinggi 4-8 m. Daun berbentuk mangkuk panjang dengan gerigi halus pada komponen pinggirnya. Daun teh yang berwarna hijau ini mendominasi perkebunan yang identik dengan hamparan warna hijau di kaki pegunungan. Bunga teh berwarna putih dengan serbuk sari berwarna kuning.

Mengetahui Perkembangan Teh di Indonesia? Why Not!

Komponen tanaman teh yang diambil ialah daunnya untuk diproses lebih lanjut, baik dalam skala industri rumah tangga (home industry) ataupun skala industri besar menjadi beraneka tipe minuman teh di pasaran. Diperkirakan lebih dari 2,5 juta ton berat kering teh diproduki tiap-tiap tahunnya di semua dunia.

Teh merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia. Posisinya berada pada urutan kedua setelah air. Seiring dengan perkembangannya yang sudah menyebar ke bermacam-macam belahan dunia, teh telah menjadi bagian yang menyatu dengan kebiasaan setempat. Di Beijing, Cina, para peminum teh lebih menyukai teh jika diberikan wewangian bunga melati yang kuat dengan cara membakar daun teh terpenting dahulu dengan uap panas bunga melati segar. Lain halnya dengan di Mongolia dan Inggris, peminum teh lebih menyenangi teh yang dicampur dengan susu sewaktu sarapan pagi. Sementara bagi beberapa besar orang Indonesia, teh bukanlah minuman yang asing karena sudah menjadi bagian dari adat istiadat.

Mengetahui Perkembangan Teh di Indonesia? Why Not!

Munculnya teh di Indonesia bermula saat Dr. Andreas Cleyer, seorang berkebangsaan Belanda, yang membawa benih tanaman teh untuk dijadikan tanaman hias pada tahun 1686. Mulai tahun 1728, benih teh dari Cina mulai dibudidayakan di Pulau Jawa. Usaha hal yang demikian baru sukses pada tahun 1824, saat Dr. Van Siebold, yang meneliti teh di Jepang, mempromosikan bibit teh asal Jepang. Sementara perkebunan teh di Indonesia baru diawali tahun 1828 dan digagas oleh Jacobson.

Teh kemudian menjadi komoditas yang menguntungkan. Dengan demikian, pada masa pemerintahan Gubernur Van Den Bosch, rakyat dipaksa untuk menanam teh melewati politik tanam paksa. Setelah Indonesia merdeka, usaha perkebunan dan perdagangan teh diambil oleh pemerintah.

Seiring dengan perkembangan ilmu pangan yang semakin maju, khasiat minum teh bahkan makin banyak diketahui. Meskipun ini mendongkrak konsumsi teh dari tahun ke tahun. Di Inggris contohnya mencapai 2,5 kg/kapita/tahun, di Irlandia mencapai 3,5 kg/kapita/tahun, Pakistan dan India berturut-ikut pada posisi 1 kg dan 0,6 kg/kapita/tahun. Sayangnya, konsumsi teh di Indonesia masih rendah, yakni baru menempuh 0,2 kg/kapita/tahun. Kalau Indonesia yaitu penghasil teh kelima terbesar di dunia setelah India, Cina, Sri Lanka,dan Kenya.

Mengetahui Perkembangan Teh di Indonesia? Why Not!

Diduga penyebab rendahnya tingkat konsumsi teh di Indonesia karena masyarakat belum banyak mengenal khasiat teh kepada kesehatan. Walau minum teh telah menjadi semacam adat istiadat dan tersedia hampir di tiap tempat, konsumsi teh belum seperti itu tinggi.

Kalau dipandang, konsumen teh di Indonesia lebih banyak memilih teh tipe soft drink atau minuman ringan yang rasa dan wewangiannya telah dimodifikasi. Seiring dengan gencarnya hasil riset yang menampilkan khasiat teh hijau terhadap kesehatan, kini minuman teh hijau mulai marak dipasarkan dalam kemasan botol dan tetrapack. Rasanya bahkan dimodifikasi dengan wangi-wangian buah atau bunga agar bisa menarik selera konsumen.

Sekian info seputar Mengetahui Perkembangan Teh di Indonesia? Why Not!, kami harap postingan kali ini berguna buat kalian. Kami berharap artikel ini dishare agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *